|
Tadi pagi ada tetangga yang menanyakan kode pos daerah rumah kami. Tanpa ditanya, si Ibu setengah baya itu bilang bahwa dia akan mengirim Kartu Lebaran untuk saudara-saudara yang menyebar di Jawa, Sumatra dan ada juga yang di luar negeri. Kode pos pengirim penting, katanya, terutama kalau kirim surat ke luar negeri. Kapan
ya terakhir kali saya terima surat yang dikirim melalui pos dan diantar
tukang pos? Kalau terima tagihan sih, tiap bulan. Giliran
Lebaran menjelang, tukang pos dengan sepeda paling rajin menghampiri
rumah kami. Setiap hari ada perasaan senang menerima Kartu-kartu
Lebaran dari famili maupun teman-teman, baik untuk orang tua kami,
maupun untuk saya atau saudara-saudara yang lain. Bentuk dan ukuran
bermacam-macam. Indah-indah. Kami
di rumah, tidak hanya sekedar menerima Kartu lebaran. Kami juga
mengirim ke banyak famili yang dituakan seperti angkatan kakek atau
nenek, om atau tante dan kakak-kakak yang tinggal berjauhan, di luar
kota . Yang kebagian tugas tentu saja kakak saya yang paling tua, Uni
Dini. Di setiap Kartu Lebaran akan di tulis "Dari Dini dan Adik-adik". Tapi
itu dulu. Sekarang, saya sudah tidak pernah lagi menerima Kartu
Lebaran. Kalaupun ada, tidak diantar tukang pos, tapi dari teman kantor
yang diletakkan di meja saya. Sejak beberapa tahun belakangan, E-Card
yang dikirim melalui email juga cukup banyak saya terima. Tapi SMS yang
paling sering saya terima sebagai pengganti Kartu Lebaran. Tanpa
mengurangi rasa hormat, sejujurnya saya lebih suka menerima Kartu
Lebaran. Bisa disimpan, ada tanda tangan yang sangat personal. Butuh
pengorbanan tenaga dan waktu khusus untuk memilihnya, menempelkan
perangko lalu mengantarkannya ke kantor pos terdekat atau sekedar
dijemplungin ke bis surat yang ada dipinggir jalan tapi sering tak
kelihatan. Tapi
kemajuan zaman dan teknologi membuat saya harus mengalah. SMS dan ECard
memang lebih praktis dan cepat. Murah dan mudah. Klik dan kirim.Tinggal
sekarang bagaimana pesan yang kita kirim punya sentuhan pribadi dan
personal. Bukan sekedar copy paste atau forward dari pesan orang lain,
yang kadang lupa diedit sehingga nama pengirim sebelumnya pun masih
tertera dan terkirim Salam
buat para Tukang Pos yang konon masih ada di daerah-daerah. Terima
kasih dan tetap semangat membunyikan lonceng itu…. Kring
kring….. Pos!
|
| uli October 19, 2006 12:40 PM PDT sampe sekarang aku masih suka tuh terima pos2an dan tetap exciting menerima nya | ||
| imgar October 14, 2006 04:48 AM PDT aku masih terima kiriman via pos..soalnya masih ada yg kirim kartu pos. tapi kalau kirim pos, biasanya lewat jasa ekspedisi. lebih cepat nyampenya.. :) yuk kita kirim2an pos.. :D | ||
| Leave a Comment: |