Entry: Kring Kring.... Pos! Oct 11, 2006




Tadi pagi ada tetangga yang menanyakan kode pos daerah rumah kami. Tanpa ditanya, si Ibu setengah baya itu bilang bahwa dia akan mengirim Kartu Lebaran untuk saudara-saudara yang menyebar di Jawa, Sumatra dan ada juga yang di luar negeri. Kode pos pengirim penting, katanya, terutama kalau kirim surat ke luar negeri.

Kapan ya terakhir kali saya terima surat yang dikirim melalui pos dan diantar tukang pos? Kalau terima tagihan sih, tiap bulan. Big Smile Tagihan kartu kredit, Big Smile telepon, Big Smile listrik. Tapi diantar oleh kurir. Dulu, waktu masih tinggal di Padang , tukang pos masih naik sepeda. Kalau lewat di depan rumah, bunyi lonceng sepedanya khas banget. Kring….. kring.... Ada atau tidak ada surat , lonceng sepeda itu selalu dibunyiin. Kadang saya berlari menuju pintu depan, walau kadang kecele juga. Dulu sih, Angry sebel banget. Sekarang senyum-senyum saja mengenang cerita dulu itu. Ada juga surat yang diantar pakai motor. Kalau sudah berhenti di depan rumah, maka terdengarlah suara Pak Pos yang renyah dan khas itu," Possss!" Biasanya, surat kilat khusus diantar pakai motor. Atau bingkisan, atau wesel . ( Shocked Wesel ? Masih ada gak ya?)
 
Giliran Lebaran menjelang, tukang pos dengan sepeda paling rajin menghampiri rumah kami. Setiap hari ada perasaan senang menerima Kartu-kartu Lebaran dari famili maupun teman-teman, baik untuk orang tua kami, maupun untuk saya atau saudara-saudara yang lain. Bentuk dan ukuran bermacam-macam. Indah-indah.
 
Kami di rumah, tidak hanya sekedar menerima Kartu lebaran. Kami juga mengirim ke banyak famili yang dituakan seperti angkatan kakek atau nenek, om atau tante dan kakak-kakak yang tinggal berjauhan, di luar kota . Yang kebagian tugas tentu saja kakak saya yang paling tua, Uni Dini. Di setiap Kartu Lebaran akan di tulis "Dari Dini dan Adik-adik".Smile
 
Tapi itu dulu. Sekarang, saya sudah tidak pernah lagi menerima Kartu Lebaran. Kalaupun ada, tidak diantar tukang pos, tapi dari teman kantor yang diletakkan di meja saya. Sejak beberapa tahun belakangan, E-Card yang dikirim melalui email juga cukup banyak saya terima. Tapi SMS yang paling sering saya terima sebagai pengganti Kartu Lebaran. 
 
Tanpa mengurangi rasa hormat, sejujurnya saya lebih suka menerima Kartu Lebaran. Bisa disimpan, ada tanda tangan yang sangat personal. Butuh pengorbanan tenaga dan waktu khusus untuk memilihnya, menempelkan perangko lalu mengantarkannya ke kantor pos terdekat atau sekedar dijemplungin ke bis surat yang ada dipinggir jalan tapi sering tak kelihatan.
 
Tapi kemajuan zaman dan teknologi membuat saya harus mengalah. SMS dan ECard memang lebih praktis dan cepat. Murah dan mudah. Klik dan kirim.Tinggal sekarang bagaimana pesan yang kita kirim punya sentuhan pribadi dan personal. Bukan sekedar copy paste atau forward dari pesan orang lain, yang kadang lupa diedit sehingga nama pengirim sebelumnya pun masih tertera dan terkirim Shades. Mari berkirim salam maaf. Mari kreatif agar terasa ketulusannya.
 
Salam buat para Tukang Pos yang konon masih ada di daerah-daerah. Terima kasih dan tetap semangat membunyikan lonceng itu…. Kring kring….. Pos!TongueTongue

   2 comments

uli
October 19, 2006   12:40 PM PDT
 
sampe sekarang aku masih suka tuh terima pos2an dan tetap exciting menerima nya
imgar
October 14, 2006   04:48 AM PDT
 
aku masih terima kiriman via pos..soalnya masih ada yg kirim kartu pos. tapi kalau kirim pos, biasanya lewat jasa ekspedisi. lebih cepat nyampenya.. :)
yuk kita kirim2an pos.. :D

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments