|
Senin, tanggal 11 September kemaren, jam 6 sore. Saya sudah rapi dengan kemeja batik mahal yang khusus disediakan untuk saya bertugas. Tugas yang bagi saya cukup berat, tapi menyenangkan, yaitu menjadi MC (Pembawa Acara) di konser musik yang bertajuk (eala.... tajuk jek!) "Resonansi - Trisutji Greatest Works".
Trisutji adalah seorang Ibu berusia 70 tahun pada bulan November nanti. Beliau komponis dan pianis yang andal yang merupakan asset negara kita karena punya reputasi internasional. Karya-karya beliau dimainkan oleh banyak musisi klasik dunia dan malam itu sebagian dimainkan oleh pianis-pianis yang juga hebat seperti Iswargia S Sudarno, Istia Effendi dan Trisutji Kamal sendiri. Malam itu, juga menampilkan karya Trisutji yang dinyanyikan oleh Chatarina W Leimena (Indonesia Senior Idol) dan soprano berbakat Christine Lubis. Juga ada yang ditarikan oleh Chendra Panatan, yang hari Rabu kemaren berangkat ke London karena mendapatkan beasiswa di bidang koreografi tari.
Malam itu, semua persiapan terasa sudah rapih dan sempurna, hingga beberapa menit sebelum acara mulai, tiba-tiba agenda acara berubah. Saya yang sudah siap dengan narasi yang sudah tercatat dan sudah pula dihapalkan, tiba-tiba juga harus sedikit panik karena perubahan ini dan itu. Tapi ok... ok.... hadapi dengan senyuman. Jangan gugup. Berdoa... ayo berdoa lagi....
Gong berbunyi, pertanda acara segera dimulai. Lampu ruangan redup, gak ada suara apa-apa lagi. Follow spot sudah mengarah ke sisi kanan pangung, tempat MC muncul. 1 2 3, GO!
Degup jantung tambah kencang, tapi langkah harus tegap dan gagah. Bibir masih melengkungkan senyum, pandangan harus diarahkan ke penonton. Tertangkaplah beberapa wajah, terutama yang duduk di kursi depan. Ada Pak Adjie Gunawan yang serius menatap saya. Mukanya kencang banget dan matanya tajam menatap saya. Dalam hati saya berkata,"Jangan tatap dia. Kalau kamu salah, pasti dia marah besar karena dia inisiator acara. Dia yang keluar duit banyak!" Oke.. oke... segera saya pindahkan pandangan ke sebelah kiri beliau, ada Pak Jero Wacik, Mentri Kebudayaan dan Pariwisata. Beliau senyum melihat saya. Wah, lega dan sejuk rasanya. Lalu saya sekilas melihat Ibu Trisutji juga tersenyum. Deg-degan mereda cepat. Ok... siip.... segera saya mulai.
"Yang terhormat, Mentri Kebudayaan dan Pariwisata, Bapak Ir. Jero Wacik SE beseta para pejabat dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata... dst." Sound System yang bagus membuat suara saya juga terdengar baik dan mantap. Saat menyapa itu, pak Mentri mengangguk dan senyumnya menjadi lebih lebar.
Cihuy! Berhasil..... Pembukaan yang baik akan menjadi hal yang menentukan dalam menjalankan tugas sebagai MC. Senyum Pak Mentri (dan pengunjung lain tentu saja) menjadi dukungan yang sangat berarti bagi saya kala itu. Senyum yang tulus, pastinya tidak susah. Tetapi sangat berarti bagi orang yang melihatnya.
Ayo tersenyum…..
|
| Rinto October 4, 2006 03:30 PM PDT kesamaia, konser Trisutji akan ada lagi sampai Juni 2007. Direncanakan ada 10 kali kok. Mudah2an aku masih terlibat dan aku bisa ngajak kamu. Doain aja ya. | ||
| kesamaia October 1, 2006 11:57 PM PDT mass,kalo ada acara musik yang kaitannya ama Tri Sutji Kamal dan sebagainya itu mbok aku kamu ajak,ya mau lihat aja sih.Gak dapat kursi juga OK kok..yang penting aku bisa salaman ama tokoh tokoh Paduan Suara itu..Hahahaha yang kesannya penggemar Paduan Suara banget yaa? | ||
| Leave a Comment: |