|
Chrisye si penyanyi itu, memang TOP banget dah! Kok saya baru menyadarinya ya? Hahahaha... kemana aja saya? Sejujurnya, saya tidak terlalu menyukai suara mendayu semacam suara Mas Chrisye itu. Apalagi Mas Chrisye kalau nyanyi gak ada ekspresinya... .. Maaf ya Mas Chrisye, saya bukan penggemarmu. Gak apa-apa ya?
Dulu, tahun 70an akhir hingga 80an awal, saya suka sama lagu-lagunya Chrisye. Sampai sekarang saya masih suka dengan lagu Merpati Putih, Serasa, Badai Pasti Berlalu, Merepih alam ataupun lagu Baju Pengantin. Tapi, ketika pertengahan 80an, Chrisye mulai menyanyi dengan lagu-lagu yang menurut saya cengeng. Contohnya adalah Pergilah Kasih atau apa lagi ya? Tuh khan, karena gak suka, jadi saya gak hapal hehehhe
Tahun 90an Chrisye muncul lagi dengan lagu yang asyik dan video clips yang cantik. Kala Surya Tenggelam, ataupun ..... duh lupa judulnya, tapi ingat video clipnya yang pake topeng-topeng dengan model Vira Yuniar.
Dari sedikit lagu yang saya suka, ada beberapa yang berkesan mendalam. Antara lain lagu "Pagi yang cerah, tersenyum di bibir merah sejuta rasa bahagia tlah kuberikan... dst dsb dll sdsb". Saya ingat sangat ketika saya berdiri di tepi danau Singkarak, pagi-pagi, sendirian dan lamat-lamat menyanyikan lagu itu. Kata demi kata saya ucapkan dan tiba-tiba sadar bahwa lagu itu ternyata bercerita tentang malam pertama sepasang kekasih. Suasana danau yang masih berkabut membuat saya menjadi betah dan berkali-kali menyanyikan lagu itu. Saya jadi punya gambaran betapa indahnya malam pertama itu... cieee....
Satu lagi lagu Chrisye yang membuat saya terhenyak adalah lagu yang dinyanyikan duet dengan Hetty Koes Endang. Jarang yang kenal dengan lagu ini, padahal liriknya juga asyik banget.
"Mengapa kau sendiri, mendekatlah pada ku sayang... tersenyumlah sejenak, agar dunia terang cerah.
Ciptakanlah susana diantara kita... dst... " Enak banget deh...
Beberapa hari lalu, ketika saya duduk-duduk sambil ngopi di Plasa Semanggi sama Dimas, saya mendengar lagu itu. Pikiran melayang ketika dulu di
Kalau dilihat, dulu Chrisye sering kolaborasi (ehm.... ) dengan Eros Djarot dan Jockie Suryoprayogo. Lagunya enak-enak banget.... hampir semua. Tapi, tetap aja Chrisye bukan idola saya. Terlebih lagi ketika tahun 90an Chrisye 'bercerai' dari Eros Djarot dan mulai berselera pasar yang lebih luas ketika memnyanyi untuk lagu-lagu lembut dengan lirik mehek-mehek seperti “Perdilah kasih, kejarlah keiinginanmu… dst dll dsb sdsb.” Sekarang, kolaborasinya sama Ungu, Peter Pan, Dewa…. Aduh…. Maaf…. Gak deh !
Tahun 90an juga Eros Djarot ‘ngerjain’ Dian Pramana Putra untuk sebuah album yang semua lagunya saya suka dan hapal. Eros Djarot juga bikin 1 lagu buat Fryda Lucyana yang liriknya dalam banget,” Rindu ini tlah sekian lama terpendam…. Peluhku bercucuran, menikmati sentuhan…” Duh… jablay, jarang dibelai jek… tariiikkkk !!!!
Rupanya saya lebih suka Eros Djarot dari pada Chrisye. Tapi kok sekarang Mas Eros lebih banyak main politik daripada main di musik ya Mas?
|
| uli September 12, 2006 02:54 PM PDT tull aku suka lagu2 chrisye yg dulu liriknya dalam dan abadi | ||
| Leave a Comment: |