Udah 1 tahun jadi member di Fitness First Plaza Semanggi tapi baru
kemaren saya mencoba ikutan kelas Body Balance. Kenapa bisa begitu?
Awalnya saya memang kurang tertarik dengan olahraga yang gerakannya
menurut saya kurang dinamis. Di awal keanggotaan, saya pernah mencoba
beberapa kelas yang memiliki gerakan lebih energik seperti Body Pump,
Body Step dan Body Combat.
Tapi, saya merasa sudah tidak gesit lagi mengikuti gerakan-gerakan yang
lincah, cepat dan sangat melelahkan itu. Jadi, saya lebih banyak
bermain dengan alat-alat saja, baik yang manual (free weight) ataupun
peralatan yang di lantai UG, yang mekanik (eh, apa ya istilahnya?) Yang
terpenting adalah keringat mengucur deras dan otot-otot menjadi lebih
kencang. Six packs? Hm..... susah jek hehehehe
Kemaren, hari Minggu, dari pada bengong di rumah, saya ke gym. Selepas
ashar, saya turun dari loker pria dan bertemu Didi di dekat tangga.
Didi dan beberapa wanita sedang antri mengikuti kelas Body Balance.
Entah datang dari mana, pikiran saya langsung tergoda untuk mencoba.
"Mumpung ada teman nih," pikir saya dalam hati.
Teng jam 4, kelas Body Balance dimulai. Pesertanya 10 orang, kira-kira.
Prianya hanya saya dan Didi. Instrukturnya bernama Linda, dan dibantu
oleh Nining. Sebagai peserta yang baru pertama kali mencoba, saya
mendapat perhatian khusus dari Linda. Dan sebagai pemula, saya cukup
malu hati karena gagal bertahan pada gerakan-gerakan tertentu.
10 menit awal, keringat saya mulai menetes ke matras. Tes..... Lalu saya melirik ke matras Didi dan peserta lainnya. Kering...

Duh, kok saya sudah mulai banjir? Hebat lah..... fat burning bener....
Kira-kira 45 menit, gerakan demi gerakan meyakinkan saya bahwa Body
Balance enak juga. 10 hingga 15 menit terakhir adalah relaksasi. Semua
peserta berbaring di matras, mengikuti instruksi Nining yang diiringi
lagu-lagu sejenis gregorian. Relaks banget.
Dan hari ini....busyet....

kok pegel-pegel ya? Walau tanpa lompat, loncat, hentak ataupun sentak.,
ternyata Body Balance yang gemulai dan halus bisa bikin pegel juga ya?
So, dont judge the book by its cover. Artinya, jangan anggap enteng hal-hal yang terlihat enteng