sebelas4
Male
Jakarta, Tangerang
   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Aug 8, 2006
Upacara Bendera
Saya yakin seyakin-yakinnya, semua yang pernah sekolah, pernah mengikuti upacara bendera. Suka atau tidak suka, setiap siswa diharuskan berbaris setiap Senin, menghadap tiang bendera. Bahkan, ada juga yang Senin upacara penaikan bendera, Sabtu upacara lagi, penurunan bendera ....ck ck ck......  Perlu banget ya?
 
SD, SMP, SMA bahkan sampai kuliah, saya sering kebagian jadi petugas upacara bendera. Tentu saja bukan sekedar peserta upacara, tetapi pernah bertugas sebagai pengibar bendera, komandan upacara, protokol yang membacakan susunan acara, bacain Pancasila atau Pembukaan UUD 45, bahkan juga memimpin lagu.
 
Yang paling seru adalah waktu kelas 3 IPA 4 di SMA Negeri 2 Padang. Waktu itu kelas kami kebagian menjadi kelas yang bertugas melaksanakan upacara hari Senin. Hari Sabtu sebelum Senin itu, kami berlatih dengan serius. Petugas-petugas sudah ditunjuk dan saya waktu itu tidak bertugas. Tetapi, Sandra Mahyeni yang bertugas memimpin lagu  (dirigen, begitu istilahnya) meminta saya yang melatih teman-teman di hari Sabtu itu. "Hari Senin, Yeni yang mimpin," janjinya.
 
Ok deh.... saya melatih teman-teman sekelas agar kompak menyanyikan lagu Indonesia Raya saat menaikkan bendera, latihan juga lagu pengiring mengheningkan cipta serta 1 lagu wajib, yang waktu itu kami sepakat memilih lagu "Hari Merdeka" ciptaan H Mutahar. Latihan itu beres dan berjalan dengan baik.
 
Hari Senin tiba. Ndilalah.... malang tak dapat diraih. Mujurpun tak dapat ditolak. Sandra Mahyeni, yang bertugas memimpin lagu, tidak datang. Mau tidak mau, suka tidak suka, senang tidak senang, saya harus ambil alih menjadi pemimpin lagu. Dan itu untuk pertama kalinya di sekolah kami seorang dirigen adalah laki-laki.
 
Lagu pertama, Indonesia Raya, berjalan lancar. Lagu kedua yang liriknya "Dengan seluruh angkasa raya memuji, pahlawan negara... dst dsb dll sdsb", juga berjalan dengan selamat dan syahdu mengiringi suasana hening saat mengheningkan cipta. Giliran lagu ketiga, lagu yang patriotik, kelas kami 3 IPA 4, menyanyi dengan sangat kompak dan penuh semangat.
 
Tapi, apa yang terjadi setelah lagu itu selesai?
 
                  Kita tetap setia, tetap sedia mempertahankan Indonesia
                  Kita tetap setia, tetap sedia membela negara kita.
 
Tiba-tiba, lapangan upacara di SMA Negeri 2 Padang gemuruh dengan tepuk tangan dan sorak sorai, pertanda peserta upacara suka dengan lagu yang kami bawakan.
 
Dan seperti lazimnya pertunjukan musik yang ditonton oleh mayoritas orang Padang, maka bergema pula suara "Tambuah ciek... tambuah ciek... tambuah ciek..."
 
Onde mande.....

Posted at 08:30 pm by sebelas4

kesamaia
September 14, 2006   08:21 PM PDT
 
yen tak pikir pikir,manfaat upacara bendera itu supaya kita gak gampang pingsan.Sumpahh 12 tahun upacara tiap senen mungkin yang paling krasa ya gitu..jadi anggota koor soalnya lumayan di depan dan biasanya matahari tidak langsung ke arah kita.Duhh,kalo inget masa itu,kemana ya patriotisme yang digemborgemborkan dulu...
boelandoea
August 25, 2006   06:55 PM PDT
 
emang apa ya yang salah dengan lagu je?
Rinto
August 18, 2006   02:22 AM PDT
 
Uli, cape dan panas belum seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan para pejuang merebut kemerdekaan ini. Cieeeee.....
uli
August 14, 2006   12:19 PM PDT
 
ga pernah suka upacara
cape
panas
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry